Perjalanan

Semangat…!!!

Kandang Dan Lingkungan Itik

Manajemen lahan / tempat :
Ketersediaan lahan mutlak dibutuhkan, untuk kapaitas 500ekor per minggu estafet bisa dengan lahan seluas 1.000m2, idealnya lahan berbentuk persegi panjang. Status lahan baik milik sendiri atau sewa tetap menjadi perhitungan nilai ekonomis usaha. Lahan yang baik adalah lahan kering (tegalan, pekarangan), kontur/kemiringan lahan antara 2%-5%, tata drainase dengan saluran air bersih, saluran air buangan dan sumur

resapan. Pada tata lahan (zoning) yang luasnya agak terbatas, sebaiknya di setting layout nya se-efektif mungkin, akan lebih baik jika dikonsultasikan lebih dulu. Pepohonan tahunan dapat dipertahankan sebagai peneduh dan terjaga kelestarian lingkungan setempat, jarak lokasi lahan dengan hunian penduduk idealnya berjarak kurang lebih 200m, tetapi jika dimungkinkan berjarak 50m bisa saja dengan perawatan kebersihan kandang yang lebih intensif.

Untuk perijinan usaha dapat mengacu pada UU peternakan dan perunggasan dari dinas kementerian RI, kewajiban perijinan jika skala usaha ber-kapasitas produksi >15.000/ekor, sedangkan usaha saya ini termasuk usaha kecil masyarakat mandiri, jumlah produksi kontinyu berkisar 500-1000ekor /minggu, total produksi ber-kapasitas 4000-8000ekor, menurut hemat saya cukup dengan perijinan kepada tetangga terdekat atau setingkat perangkat desa setempat.

Manajemen kandang :
Kandang yang dibuat sederhana saja dan memiliki nilai ekonomis, bisa dipilih sistem kandang ren atau kandang litter. Bahan yang digunakan untuk pembuatan kandang dengan material sederhana saja, yang cukup mudah didapatkan, juga relatif murah harganya dan bersifat semi permanen. Seperti bambu, kayu kaso, asbes gelombang, genteng, terpal plastik, bilik bambu, kawat jaring, kawat ayakan pasir, dll. Dengan bahan-bahan tersebut, pelaksanaan pembuatannya pun sangat mudah, cepat dan banyak pekerja yang bisa melaksanakannya. Dari segi ketahanan pada daerah beriklim tropis, konstruksi kandang semi permanen tersebut bisa cukup bertahan masa 2-3 tahun dengan perawatan yang cukup ringan dan murah.

Zona Produksi :
Masa permulaan (fase starter) umur 1-14 hari, kandang dibuat cukup tertutup dengan ventilasi tetap diberikan, ukuran 2m x 4m =8m2 untuk kapasitas 200-300ekor.
Masa pertumbuhan (fase grower) umur 15-42 hari, kandang dibuat semi terbuka ukuran 4m x 10m =40m2 setiap kelompok generasi ber-kapasitas 250-300ekor
Masa penggemukan (fase faster) umur 43-56 hari, kandang dibuat semi terbuka ukuran 4m x 10m =40m2 setiap kelompok generasi ber-kapasitas 150-250ekor
Zona Pakan :
Tempat untuk penyimpanan stok pakan, dibuat semi permanen dan cukup tertutup dengan ventilasi tetap diberikan, ukuran minimal 3m x 6m = 18m2 untuk kapasitas maksimal 50karung @50kg, sistem penyimpanan disusun vertikal maks.5 tumpukan.
Zona Peralatan :
Tempat untuk penyimpanan peralatan, dibuat semi permanen dan cukup tertutup dengan ventilasi tetap diberikan, ukuran minimal 3m x 3m = 9m2
Zona Isolasi :
Kandang untuk meng-karantina bebek yang sakit, cacat dll., kandang dibuat terpisah, konstruksi semi terbuka dengan ukuran minimal 2m x 2m =4m2 ber-kapasitas 50ekor ukuran sedang / 20 ekor ukuran besar.
Zona Riset :
Kandang percobaan (trial) untuk menemukan formula produksi terbaru, ter-efisien, ter-efektif dan tetap mengutamakan kualitas mutu. Kandang dibuat sederhana konstruksi semi permanen dan cukup terbuka dengan penutup atap, ukuran minimal 2m x 2m =4m2 untuk kapasitas 10ekor
Zona Informasi :
Tempat untuk menerima relasi, untuk istirahat pekerja, dan bisa juga untuk berbagi informasi (sharing), dibuat semi permanen dan cukup terbuka dengan bentuk seperti saung atau gazebo, ukuran minimal 3m x 3m = 9m2
Zona Pupuk :
Tempat untuk penampungan kotoran bebek hingga menjadi pupuk kandang, dibuat semi permanen dan cukup terbuka dengan penutup bagian atas tetap diberikan, ukuran minimal 3m x 6m = 18m2 untuk kapasitas maksimal 36m3

Perawatan dan pemeliharaan kandang, dilakukan secara manual oleh para pekerja, terjadwal pada setiap kandangnya. Akibat dari terjadinya pengendapan sisa-sisa pakan yang bercampur dengan kotoran bebek, membuat permukaan tanah cukup becek dan umumnya menimbulkan bau tidak sedap. Kandang diupayakan bersih dan kering pada seluruh permukaan tanah setiap harinya, itu akan menghasilkan pertumbuhan bebek yang berkualitas, bahkan bulunya tumbuh dengan baik juga. Lebih utamanya lagi, kesehatan para pekerja pemeliharanya lebih optimal, kenyamanan lingkungan.pun akan terjaga dengan baik.

Hasil limbah kotoran dan sisa-sisa pakan yang telah bercampur dengan lapisan permukaan tanah, setelah dibersihkan segera dikumpulkan ke area/zona pupuk. Dalam periode dan jumlah tertentu, volume timbunan limbah kotoran tersebut di distribusikan ke lahan pertanian penduduk sekitar sebagai bahan pupuk kandang yang baik dan cukup bermanfaat positif ke produktifitas lahan pertanian masyarakat sekitar.

SUmber : http://bebekmuda.multiply.com/

April 25, 2009 - Posted by | Agrobisnis

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: