Perjalanan

Semangat…!!!

Tebar Bibit Belut

Dah lama pengin sharing soal pengalaman dalam memelihara belut, maklum koneksi tidak memungkinkan, kebetulan tulisan ini saya tulis disaat ada pinjeman telkomsel Flash, disela-sela tugas luar kota. Sebelumnya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada saudara-saudara, semoga amal ibadah kita diterima Allah, dan kita selalu dalam lindungannya, amin.


Saya akan coba sharing pengalaman saya dalam memelihara belut, saya bilang ini langkah nekad saya, kenapa? karena dari media dan teknik mungkin dibilang jarang dipakai para “pakar” belut yang biasa memberikan ceramah sebagai narasumber. Keinginan untuk mencoba memelihara lebih banyak lagi dari kolam percobaan saya, saya menemukan beberapa belut bisa menjadi besar, walaupun mungkin belum bisa memenuhi kaidah “ekonomis”, yang penting intinya bisa besar dulu. Dari sedikit pengalaman tadi saya beranikan untuk membuat media, seperti yang saya tulis sebelumnya.
Pada tahapan pembuatan media ini jangan sampai tergesa-gesa, menurut pengalaman saya media tidak akan siap hanya dalam 2 minggu, jika didalam media tersebut terdapat jerami atau gedebog. Dari penngamatan saya, setelah membusuk gedebog ini akan mengeluarkan cairan yang berbau, ini tidak akan hilang dalam waktu pendek, perlu waktu untuk menjadikan matang. Jadi kalau kita bisa memasukkan jerami dan gedebig dalam keadan kering akan mengurangi waktu pembusukan tersebut. Intinya olah media dengan sebaik-baiknya. Media seperti yang saya uraikan sebelumnya akhirnya siap setelah hampir 2 bulan dengan menggantikan air terus menerus. Matang menurut saya disini karena sudah tidak berbau, ditandai dengan air tidak lagi coklat.
Setelah media siap, awal bulan kemarin saya coba tebar 5 kg bibit,

kebetulan karena saya dekat dengan Bapak Ali, bibit saya ambil dari beliau, wah bukan promosi lho, cuman demikian adanya Bapak Ali menyediakan bibit bagi saudara-saudara yang membutuhkan bibit dari jumlah yang kecil sampai kwintal. sebaiknya memasukkan bibit pada sore hari karena cuaca lebih bagus. Dari 5 kg bibit tersebut pastinya ada yang mati, karena adaptasi. Seringlah dikontrol dalam 1-2 minggu pertama tebar karena biasanya akan ada belut yang mati karena seleksi alam, namun setelah minggu ke 3-4 seharusnya tidak ada lagi belut yang mati, karena sudah beradaptasi. Demikian bila media dan bibit cocok.
Untuk makanan saya coba berikan pelet ikan, ama cacing sutera diawalnya, kenapa? karena waktu untuk mencari makanan alam tidak ada waktu, dan saya yakin bila diadaptasikan insyaallah belut mau makan pelet. Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Sumber : http://mutiarasani.blogspot.com

October 22, 2008 - Posted by | Agrobisnis

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: